

“Stamp” memang salah satu tool unik di Photoshop yang banyak digunakan para desainer.
Sesuai namanya, cara kerjanya seperti stempel. Mengambil “sampel” atau contoh gambar, dan menstempelkannya ke area baru.

Cara menggunakan “Stamp” : klik tool “Stamp”, arahkan kursor mouse ke sampel yang ingin diambil, tekan Alt, tahan, klik sekali dan lepas. Lalu arahkan kursor ke tempat baru dimana Anda ingin menstempelkan sampel tadi, lalu klik dan lihat perubahan yang terjadi.
Untuk memperbaiki wajah, Anda mungkin mau menstempel dengan lebih “halus”. Intinya kita mengambil sampel kulit yang bersih, dan menempelkannya ke kulit yang berjerawat atau bernoda. Dalam situasi ini Anda harus memperhatikan kulit yang jadi sampel dengan kulit tempat noda berada. Harus sama, minimal mirip teksturnya. Pori-pori normal harus tetap ada dan harus dikerjakan secara halus untuk menghindari kesan “kulit tempelan”.
Caranya, ubah “tipe brush” tool “Stamp” menjadi lebih halus, yaitu dengan Hardness = 0%.

Opacity juga berguna saat ingin memperbaiki bagian wajah yang lebih halus. Ini hasil tool “Stamp” dengan tipe brush yang halus (Hardness 0%) dengan opacity 20%.

Hasilnya akan jadi lebih halus.
Fitur “Aligned” untuk Mengunci Sampel

Jika biasanya kita menstempel dengan hanya satu area sampel saja, kali ini dengan fitur “Aligned” kita bisa mengunci sampel agar dapat terstempel dengan utuh.
Tanpa fitur Aligned, jika Anda melepas klik, dan mulai menstempel lagi, maka sampel akan mulai dari tempat sampel semula. Dengan fitur Aligned, sampel akan bergeser mengikuti jarak kursor, meskipun klik sudah dilepas.
Fitur ini tidak berguna bagi mereka yang ingin memperbaiki wajah. Kegunaannya lebih pada “menjiplak utuh” suatu gambar.
Semoga bermanfaat, selamat menstempel.
Tags: Photoshop, stamp tool, Tutorial





Recent Comments