Selama dua minggu ini saya direpotkan oleh job printing outdoor.
Printing outdoor biasanya digunakan untuk keperluan billboard atau reklame,
neon box, dan sebagainya. Ya intinya buat keperluan di luar ruangan lah.
Anyway, ketika itu saya membuat stiker vinyl, dengan desain brand logo
sebuah perusahan rokok. Karena perusahaan tempat saya bekerja
tidak memiliki mesin printing outdoor sendiri, maka saya harus order
ke provider printing outdoor.
Okey, seperti biasa, saya buatkan contoh print (proof) dulu
untuk melihat warna dan ketajaman. Kalau sudah oke, baru dibuatkan
yang ukuran aslinya. Nah, dari sini masalah dimulai.
Sebagai perusahaan yang brand nya sudah tersebar,
masalah warna tentu menjadi sangat sensitif.
Bergeser sedikit saja sudah reject, alias no, no,
warnanya salah, kamu harus ganti itu warna. Buset.
Perlu diketahui, kebanyakan provider printing outdoor
memerlukan beberapa jam, bahkan satu hari ful
hanya untuk membuat satu proof saja.
Bukan prosesnya yang lama, tapi ngantrinya yang kepanjangan.
Jadi ketika proof pertama ditolak, saya kehilangan waktu satu hari
untuk membuatkan satu proof baru.
Waktu itu saya bikin proof sampai 3 kali sampai akhirnya
saya putuskan untuk mengubah cara saya.
Pertama, saya buat layout seperti pada gambar dibawah:

Saya hanya memasukkan elemen2 penting seperti warna logo dan produk.

Kemudian, warna2 ini saya “geser”, misalkan kalau warna merah jadi lebih oranye.
Warna biru jadi lebih ungu, dsb.
Lihat gambar pertama, saya membuat 10 macam pergeseran warna,
agar nantinya kalau ada satu yang tepat, warna itu yang bisa dijadikan patokan
untuk dibuatkan ukuran sesungguhnya.
Cara ini lebih manjur, karena setidaknya saya bisa lebih meraba
konfigurasi susunan warna mesin printingnya. Tapi ada satu masalah lagi.
Ternyata, ketika berganti hari, mesin printing outdoor tidak bisa konsisten
dalam masalah warna. Beda dengan printer2 seperti EPSON atau CANON.
Sebabnya, selain pergantian head pada mesin printing,
masalah pengaturan suhu mesin juga mempengaruhi warna.
Belum masalah kerapatan dan ukuran.
Telalu rumit, terlalu manual. Weleh weleh weleh..
Jalan terakhir, saya harus duduk sendiri di meja operator dan melakukan setting
di tempat, dan proof yang harus langsung keluar saat itu juga.
Baru dengan cara ini saya bisa mendapatkan warna yang saya inginkan. Oh my..

Tags: printing, sharing
Recent Comments